Tampilkan postingan dengan label Tech. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tech. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Agustus 2020

By Admin

Jenis Fire Suppression System Berdasarkan Agent Pemadam Api






Penggunaan fire suppression system pada industri bertujuan untuk mendeteksi kebakaran begitu peristiwa ini terjadi guna mencegah meluasnya api. Dengan begitu, kerugian yang dialami akibat terjadinya kebakaran bisa diminimalis. Berdasarkan dari agent atau bahan yang digunakan dalam proses pemadaman apinya, sistem ini memiliki beragam jenis yang tersedia di pasaran. Berikut ini adalah beberapa di antaranya : 

● Gas System

Fire suppression system ini menyimpan gas dalam bentuk cairan sehingga lebih menghemat tempat. Ketika dibutuhkan untuk memadamkan api, cairan ini akan dikeluarkan dalam bentuk gas. Mengenai gas yang digunakan bisa beragam tergantung pada produsen, seperti nitrogen, karbon dioksida, argon, dan sebagainya. Umumnya yang digunakan merupakan kombinasi dari 2 jenis atau lebih gas.

Dulu sistem ini bekerja dengan menurunkan kadar oksigen dalam ruangan sehingga api aka semakin padam, tetapi dengan berkembangnya teknologi saat ini terdapat sistem yang dapat memadamkan api tanpa adanya penurunan kadar oksigen. Dengan begitu, sistem ini tidak hanya aman untuk peralatan dalam ruangan, tetapi juga bagi manusia yang berada di dalamnya.

● Chemical and foam

Fire suppression system ini menggunakan kombinasi busa dan sistem pembakaran kimia. Bekerja dengan melapisi bahan bakar yang dikonsumsi oleh api dalam proses pembakaran dan mencegah kontak api dengan oksigen. Sistem ini cukup banyak digunakan pada area pertambangan. Pada umumnya, sistem ini dapat aktif dengan dua cara, yaitu mendeteksi potensi kebakaran secara otomatis dan diaktifkan secara manual.

● Water mist

Fire suppression system ini memanfaatkan water mist atau kabut air dalam memadamkan apinya dan sangat tepat untuk digunakan pada area yang cukup luas. Saat sistemnya aktif, kabut air akan keluar dan menguap dengan cepat sehingga tidak akan menimbulkan genangan air. Namun, dapat secara efektif mengurangi kadar oksigen dalam ruangan sehingga proses pemadaman api dan pendinginan ruangan dapat terjadi.

● Foam deluge system

Fire suppression system ini sesuai untuk penyebab atau area kebakaran yang tidak dapat dipadamkan oleh air maupun gas. Umumnya digunakan pada area outdoor dan lahan yang luas. Namun, setelah proses pemadaman selesai maka area tersebut pasti akan banjir busa sehingga terlihat berantaka dan membutuhkan upaya pembersihan.

Adanya banyak pilihan agent pemadam api yang digunakan ini tentunya menyesuaikan kebutuhan konsumen. Sebab, ketika agent yang digunakan tidak sesuai dengan lokasi atau kondisi ruang yang mengalami kebakaran, maka kerugian terbesar bisa jadi akibat dari proses pemadaman, bukan dari peristiwa kebakaran itu sendiri. Itulah sebabnya, sesuaikan jenis agent fire suppression system yang Anda gunakan untuk meminimalis kerugian.



Read More

Kamis, 19 September 2019

By Admin

Bisa Jadi Lampu di Rumah Anda Cepat Mati Karena 3 Ini



Sebagian Anda memilih merk lampu untuk dipasang di rumah mungkin karena terpengaruh iklan. Tetapi apakah Anda bisa merasa puas atas pilihan anda tersebut? Tidak sedikit  justru kecewa karena kualitas tidak sesuai dengan harapan.

Apabila Anda pernah mengalami kejadian seperti ini jangan buru-buru menyalahkan iklan, bisa jadi justru masalahnya ada pada kesalahan-kesalahan atau mungkin ketidaktahuan kita.

Setidak-tidaknya ada tiga penyebab lampu di rumah cepat rusak menurut Senior Marketing Manager Philips Lighting Hendra Rusmana Liu, seperti dikutip dari ideaonline.co.id berikut ini:

1. Rumah lampu yang tidak tepat

Ini menjadi salah satu penyebab yang paling umum lampu di rumah cepat rusak.

Banyak orang yang menggunakan rumah lampu yang sama untuk jenis lampu yang berbeda-beda. Misalnya lampu yang dipasang di plafon yang biasanya menggunakan reflektor di bagian dalamnya. Reflektor ini memang dapat membuat sinar lampu semakin terang.

Namun, jika lampu yang kita gunakan memiliki daya yang lebih tinggi dari batas yang bisa diterima oleh rumah lampu tersebut, maka bukan tidak mungkin lampu akan cepat sekali panas. Akibantya, lampu akan mudah rusak, atau bahkan dalam kondisi terburuk akan pecah.
Untuk itu, selalu perhatikan rumah lampu dan lampu yang akan kita gunakan “cocok”.

2. Listrik yang tidak stabil

Ini adalah kondisi yang umum terjadi di berbagai wilayah di Indonesia, khususnya untuk daerah-daerah non-kota.

Sebenarnya tidak hanya lampu yang akan cepat rusak jika aliran listrik tidak stabil, tapi juga beragam perabot listrik yang ada di rumah.

3. Penggunaan produk non-SNI

Penggunaan produk-produk yang tidak melalui uji Standar Nasional Indonesia (SNI), yang biasanya ditandai dengan ketiadaan label SNI, bisa menjadi alasan lampu di rumah cepat rusak. Mulai dari penggunaan kabel, saklar, hingga rumah lampu adalah beberapa contohnya.

Itulah beberapa hal yang menyebabkan lampu yang kita pasang cepat mati dan rusak.


Read More